This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 07 Agustus 2019

5 Inspirasi Holiday Outfit ala Vlogger Abel Cantika


Saat libur tiba maka saatnya kamu memanjakan diri dengan menikmati waktu untuk bersantai serta menjelajahi dunia baru. Untuk kamu yang sedang mempersiapkan perjalanan liburan, maka kamu pasti butuh masukan tentang pilihan outfit yang nyaman dan fashionable untuk dipakai selama liburan.


Yup, pilihan outfit yang tepat akan membuat liburanmu semakin sempurna. Kali ini kita akan mencoba mencari inspirasi holiday oufit ala vlogger cantik Abel Cantika. Selain populer dengan beauty content yang ia buat, Abel Cantika juga memiliki gaya berpakaian yang menarik untuk dicontoh.

5 Inspirasi Outfit Liburan ala Abel Cantika
Untuk kamu yang ingin berlibur namun tetap bergaya, ini dia 5 inspirasi holiday outfit ala vlogger Abel Cantika yang bisa kamu contoh.

1.    Midi Dress

Agar lebih leluasa bergerak namun tetap terlihat cute kamu bisa memilih mengenakan midi dress. Pilih midi dress dengan warna-warna pastel agar semakin memancarkan keceriaan liburanmu.

2.    Kemeja dan Midi Skirt

Pilih kemeja berbahan nyaman dengan motif yang menarik dan warna cerah lalu padukan dengan midi skirt berwarna netral. Untuk membuat penampilanmu terlihat lebih santai kamu bisa menambahkan sneakers.

3.    Skinny Jeans

Jeans memang tidak pernah ada matinya. Untuk membuat kakimu terlihat lebih jenjang kamu bisa memilih skinny jeans dan memadukannya dengan t-shirt yang nyaman.

4.    Dress dan Jaket Jeans
Siapa tidak suka perpaduan antara dress dengan jaket jeans? Memadukan dress dengan jaket jeans membuat kamu tampil feminin namun tetap santai. Pilih warna dress yang cerah dan kenakan flat shoes untuk melengkapi penampilanmu.

5.    Long Coat

Kalau kamu berlibur ke tempat-tempat dingin maka jangan lupa kenakan long coat agar kamu tetap nyaman jalan-jalan tanpa terganggu udara dingin. Padukan long coat dengan outfit yang nyaman seperti t-shirt dan jeans.

Itulah tadi pilihan holiday outfit ala vlogger Abel Cantika. Pastikan kamu memilih outfit yang paling sesuai dengan selera atau gaya berpakaianmu. Ingin dapat inspirasi lain? Kunjungi website Miignon untuk dapatkan ide-ide outfit yang lucu dan nyaman untuk dipakai selama berlibur.

4 Pilihan Wisata Air di Yogyakarta


Yogyakarta menajdi salah satu kota destinasi wisata paling difavoritkan oleh para wisatawan. Yogyakarta seolah memiliki banyak hal yang bisa dinikmati mulai dari pilihan tempat wisata yang beragam, kuliner yang lezat, hingga penduduknya yang ramah. Intinya, berlibur di Yogyakarta selalu meninggalkan kesan dan selalu ingin diulang.


Bicara tentang wisata di Yogyakarta, memang benar bahwa Yogyakarta memiliki banyak sekali pilihan tempat wisata terbaik. Salah satunya adalah pilihan wisata air yang akan menarik untuk dikunjungi saat anda berlibur bersama keluarga. Kali ini kita akan membahas 4 tempat wisata air di Yogyakarta yang direkomendasikan untuk anda.

Inilah dia 4 tempat wisata air paling menarik yang ada di Yogyakarta :

1.    Jogja Bay Adventure Pirates Waterpark
Jogja Bay merupakan waterpark terbesar yang ada di Yogyakarta. Tempat wisata ini sangat cocok untuk dikunjungi bersama keluarga dan anak-anak. Di sini anda bisa menikmati berenang dan mencoba beragam permainan air yang seru dan menantang.

2.    Taman Sungai Mudal
Bagi anda yang ingin menikmati relaksasi dengan berendam di kolam alami maka anda bisa berkunjung ke Taman Sungai Mudal. Taman Sungai Mudal terletak di daerah Kulonprogo. Di sini ada air terjun yang indah dan anda bisa menikmati pemandangan alam sambil berendam.

3.    Pemandian Tirta Budi
Pemandian Tirta Budi lebih banyak dikenal dengan nama Blue Lagoon. Lokasi ini merupakan tempat wisata air di Yogyakarta yang juga sangat direkomendasikan untuk anda. Di sini anda bisa berendam di kolam alami yang airnya benar-benar biru jernih.

4.    Kalisuci Tubing
Kaisuci Tubing adalah lokasi wisata air untuk anda yang suka berpetualang. Di sini anda bisa menyusuri goa dengan menelusuri sungai. Dijamin liburan anda akan semakin berkesan dengan berkunjung ke Kalisuci Tubing.

Itulah tadi 4 pilihan tempat wisata air yang bisa anda temukan di Yogyakarta. Anda bisa merencanakan liburan anda dari sekarang termasuk mulai mempersiapkan transportasinya. Bagi anda yang ingin ke Yogyakarta menggunakan bus, anda bisa mendapatkan tiket anda di Redbus.

Manfaat Traveling untuk Milenial: Belajar Toleransi dan Obat Kegalauan

Pelesiran bukan sebatas berkunjung ke tempat baru. Nyatanya buat generasi milenial, ada faedah lainnya yang penting dari traveling buat kejiwaan mereka.

Pergi traveling, ditambah lagi ke tempat baru, yang tidak biasa kita jumpai memaksakan untuk menyesuaikan dengan lingkungannya. Pasti, ini memunculkan reaksi buat beberapa orang, tetapi nyatanya ada 'silver lining' yang dapat kita petik.



Diantaranya ada toleransi atau mengerti ketidaksamaan. Menurut Pengamat Sosial serta Ketua Program Vokasi Komunikasi Kampus Indonesia, Devie Rahmawati, traveling memaksakan orang untuk akrab dengan ketidaksamaan. Individu itu akan lihat orang dengan beda suku, agama atau ras.

"Saat pergi ke beberapa tempat, harus, akan berjumpa dengan orang dari beberapa suku, agama, serta ras. Mereka akan mengerti contohnya jika mereka harus dapat mempunyai toleransi yang besar pada kebanyakan orang. Mengingat jika dalam tempat aslinya kebanyakan orang sama, tetapi di lain tempat mungkin saja ia ialah minoritas. Hingga sepulang dari liburan ia akan mempunyai modalitas untuk lebih terima ketidaksamaan serta menjauhi diskriminitas," katanya waktu dihubungi detikTravel Rabu, (30/1/2019).

Devie seseorang traveler yang sudah menelusuri 29 negara serta 35 kota ini menerangkan jika traveling ke tempat baru mengajari individu tidak untuk melakukan perbuatan semaunya. Ini, jadi satu diantara point yang dimasukkan dari toleransi.

"Contohnya, kita di Indonesia, Muslim sebagian besar, ke luar negeri minoritas. Dapat belajar, oh ya ya, kita tidak bisa belagu nih, mentang-mentang sebagian besar. Contohnya bagaimana Inggris memperlakukan minoritas, mereka benar-benar toleransi. Jadi saat balik Indonesia tidak bisa semaunya. Tidak hanya SARA, dan juga materi. Saat Anda kaya, ada orang kaya yang tidak menyepelekan orang miskin sebab mereka punyai potensi kelebihan. Semakin dapat terima ketidaksamaan jadinya," imbuhnya.

Dalam analisa yang dikerjakan oleh Momondo tahun 2016 bertopik 'The Value of Travelling', 7.292 responden dari 18 negara mengutarakan jika 61 % dari mereka yakin, jika sedikit akan masalah intoleransi di dunia bila beberapa orang pergi berekreasi.

Tidak hanya 76 % dari responden mengatakan traveling membuat mereka lebih lihat bagian positif dalam ketidaksamaan budaya. Ditambah, 53 % dari keseluruhan responden menjelaskan kedamaian semakin lebih banyak terbentuk bila beberapa orang seringkali traveling.

Sedang, menurut Psikolog Bona Sardo Hutahaean, M.Psi, traveling, bisa buka cakrawala berpikir yang lebih luas. Menurut dia, ini dapat juga ajak berdamai pada diri kita serta orang yang ada di seputar. Traveling jadi obat kebimbangan golongan milenial

"Untuk Solo (traveling-red) bisa banyak pengalaman baru jadi individu jadi beberapa orang, satu orang yang perlu banyak survive dengan sekitar lingkungan apa itu memang disukai apa bukan, atau mencari situasi yang berlainan, kepribadian ia. Dari sana akan ada gesekan, friksi dalam diri, pada akhirnya semakin kenal , saya apa senang gunung pantai apa perkampungan atau perkotaan dengan individu," tutur Bona.

Bona memberikan tambahan, bila pergi bersama dengan keluarga atau kerabat juga bisa temukan bagian lain yang mungkin belum diketemukan awalnya.

"Grup traveler dengan rekan, mitra, tentu banyak pula beberapa hal yang mungkin dapat baru dapat tidak. Sebab telah kita mengenal, sebab telah mengenal berapakah tahun atau keluarga, dari lahir, tidak ada yang baru. Barunya dengan keluarga mungkin ada beberapa hal yang diakui jika kok komunikasi dengan ayah tidak selamanya agresif, atau komunikasi dengan kakak adik, kok benar-benar dekat enjoy, berlibur, hal baru, dengan rekan 1/2 dekat atau teman dekat tentu banyak yang dapat menolong kenal diri lebih jauh si mitra itu. Jika solo traveler dampak ke diri kita, grup jalinan," lebih Bona.

Kembali pada Devie, ia juga menjelaskan, seseorang traveler semakin lebih gampang untuk hadapi surprise hidup. Hal ini menolong menangani kritis 'berdamai dengan diri sendiri'.

"Saat pelesiran tidak semua gagasan akan berjalan lancar. Hadapi beberapa rintangan seperti penginapan yang tidak wajar, penerbangan yang dipending, rekan perjalanan yang tidak sehat dan lain-lain. Keadaan ini akan menguatkan sekembalinya ke tempat asal," tutur Devie.

Nyatanya, beberapa hal yang dapat dipelajari dari pelesiran. Misalnya ialah tenggang rasa serta berdamai dengan satu hal yang ada di diri kita. Tentu saja, ini kembali pada diri semasing, apa arah kamu menelusuri seluk beluk dunia?

Ini Cara Melindungi Privasi saat Sedang Traveling

Pelesiran bukan sebatas berkunjung ke tempat baru. Nyatanya buat generasi milenial, ada faedah lainnya yang penting dari traveling buat kejiwaan mereka.

Pergi traveling, ditambah lagi ke tempat baru, yang tidak biasa kita jumpai memaksakan untuk menyesuaikan dengan lingkungannya. Pasti, ini memunculkan reaksi buat beberapa orang, tetapi nyatanya ada 'silver lining' yang dapat kita petik.



Diantaranya ada toleransi atau mengerti ketidaksamaan. Menurut Pengamat Sosial serta Ketua Program Vokasi Komunikasi Kampus Indonesia, Devie Rahmawati, traveling memaksakan orang untuk akrab dengan ketidaksamaan. Individu itu akan lihat orang dengan beda suku, agama atau ras.

"Saat pergi ke beberapa tempat, harus, akan berjumpa dengan orang dari beberapa suku, agama, serta ras. Mereka akan mengerti contohnya jika mereka harus dapat mempunyai toleransi yang besar pada kebanyakan orang. Mengingat jika dalam tempat aslinya kebanyakan orang sama, tetapi di lain tempat mungkin saja ia ialah minoritas. Hingga sepulang dari liburan ia akan mempunyai modalitas untuk lebih terima ketidaksamaan serta menjauhi diskriminitas.

Devie seseorang traveler yang sudah menelusuri 29 negara serta 35 kota ini menerangkan jika traveling ke tempat baru mengajari individu tidak untuk melakukan perbuatan semaunya. Ini, jadi satu diantara point yang dimasukkan dari toleransi.

"Contohnya, kita di Indonesia, Muslim sebagian besar, ke luar negeri minoritas. Dapat belajar, oh ya ya, kita tidak bisa belagu nih, mentang-mentang sebagian besar. Contohnya bagaimana Inggris memperlakukan minoritas, mereka benar-benar toleransi. Jadi saat balik Indonesia tidak bisa semaunya. Tidak hanya SARA, dan juga materi. Saat Anda kaya, ada orang kaya yang tidak menyepelekan orang miskin sebab mereka punyai potensi kelebihan. Semakin dapat terima ketidaksamaan jadinya," imbuhnya.

Dalam analisa yang dikerjakan oleh Momondo tahun 2016 bertopik 'The Value of Travelling', 7.292 responden dari 18 negara mengutarakan jika 61 % dari mereka yakin, jika sedikit akan masalah intoleransi di dunia bila beberapa orang pergi berekreasi.

Tidak hanya 76 % dari responden mengatakan traveling membuat mereka lebih lihat bagian positif dalam ketidaksamaan budaya. Ditambah, 53 % dari keseluruhan responden menjelaskan kedamaian semakin lebih banyak terbentuk bila beberapa orang seringkali traveling.

Sedang, menurut Psikolog Bona Sardo Hutahaean, M.Psi, traveling, bisa buka cakrawala berpikir yang lebih luas. Menurut dia, ini dapat juga ajak berdamai pada diri kita serta orang yang ada di seputar. Traveling jadi obat kebimbangan golongan milenial

"Untuk Solo (traveling-red) bisa banyak pengalaman baru jadi individu jadi beberapa orang, satu orang yang perlu banyak survive dengan sekitar lingkungan apa itu memang disukai apa bukan, atau mencari situasi yang berlainan, kepribadian ia. Dari sana akan ada gesekan, friksi dalam diri, pada akhirnya semakin kenal , saya apa senang gunung pantai apa perkampungan atau perkotaan dengan individu," tutur Bona.

Bona memberikan tambahan, bila pergi bersama dengan keluarga atau kerabat juga bisa temukan bagian lain yang mungkin belum diketemukan awalnya.

"Grup traveler dengan rekan, mitra, tentu banyak pula beberapa hal yang mungkin dapat baru dapat tidak. Sebab telah kita mengenal, sebab telah mengenal berapakah tahun atau keluarga, dari lahir, tidak ada yang baru. Barunya dengan keluarga mungkin ada beberapa hal yang diakui jika kok komunikasi dengan ayah tidak selamanya agresif, atau komunikasi dengan kakak adik, kok benar-benar dekat enjoy, berlibur, hal baru, dengan rekan 1/2 dekat atau teman dekat tentu banyak yang dapat menolong kenal diri lebih jauh si mitra itu. Jika solo traveler dampak ke diri kita, grup jalinan," lebih Bona.

Kembali pada Devie, ia juga menjelaskan, seseorang traveler semakin lebih gampang untuk hadapi surprise hidup. Hal ini menolong menangani kritis 'berdamai dengan diri sendiri'.

"Saat pelesiran tidak semua gagasan akan berjalan lancar. Hadapi beberapa rintangan seperti penginapan yang tidak wajar, penerbangan yang dipending, rekan perjalanan yang tidak sehat dan lain-lain. Keadaan ini akan menguatkan sekembalinya ke tempat asal," tutur Devie.

Nyatanya, beberapa hal yang dapat dipelajari dari pelesiran. Misalnya ialah tenggang rasa serta berdamai dengan satu hal yang ada di diri kita. Tentu saja, ini kembali pada diri semasing, apa arah kamu menelusuri seluk beluk dunia?