This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 06 September 2019

Kelebihan dan Kekurangan Bahan Paragon Untuk Bikin Jersey Futsal


Saat hendak membuat jersey futsal, mempertimbangkan jenis bahan yang digunakan adalah hal yang perlu. Ya, ini adalah salah satu hal yang penting karena bahan jersey futsal akan berpengaruh pada kualitas jersey. Tentu, untuk bikin jersey futsal yang berkualitas, maka diperlukan bahan yang juga berkualitas.



Berbincang tentang bahan untuk membuat jersey futsal, maka kamu akan menemukan cukup banyak jenis kain yang berbeda yang bisa dipilih. Adanya beberapa pilihan kain tersebut tentu saja akan membuat kamu lebih leluasa dan tentu lebih bebas untuk memilih mana bahan terbaik yang cocok untuk digunakan.

Nah, pada kesempatan ini kita akan membahas tentang kain paragon sebagai salah satu bahan pembuatan jersey futsal. Penasaran tentang bagaimana kelebihan dan kekurangan kain ini? Simak beberapa ulasan di bawah ini.

Mengenal Kain Paragon

Kain paragon adalah satu diantara beragam pilihan bahan jersey futsal yang cukup banyak dipilih. Hal ini dikarenakan bahan ini akan menghasilkan jersey futsal yang cenderung lebih berkualitas dan tentu saja tahan lama.

Nah, apa yang menarik dari kain ini adalah adanya salur kain yang tidak beraturan. Karakteristik ini berlawanan dengan kain tekstil pada umumnya yang cenderung memiliki salur yang beraturan. Kondisi salur ini justru menghasilkan keuntungan di mana kain paragon akan cenderung mengikuti gerak dari pemakainya.

Kelebihan Kain Paragon
Sebagai salah satu bahan bikin jersey futsal, kain paragon bisa menjadi salah satu alternative terbaik. Hal ini dikarenakan ada beberapa kelebihan yang didapatkan jika kamu membuat jersey futsal dengan menggunakan bahan yang satu ini.

Ada beberapa kelebihan dari kain paragon yang bisa dijadikan alasan kenapa kain ini cocok untuk membuat jersey futsal sebagaimana yang kamu inginkan. Beberapa kelebihan dari kain ini adalah sebagai berikut:
  1. Kain paragon cenderung memiliki tampilan yang mengkilap. Adanya tampilan mengkilap dari kain ini akan membuat jersey futsal yang dibuat terlihat lebih elegan dan istimewa
  2. Kain paragon cenderung lebih fleksibel. Fleksibilitas yang ada pada karakteristik kain ini akan membuat jersey futsal senantiasa mengikuti gerakan saat bermain futsal sehingga gerakan menjadi lebih nyaman dan tentu saja tidak terganggu
  3. Karakteristik kain paragon cenderung tebal. Ketebalan pada kain ini lebih bagus dibandingkan dengan beberapa bahan lainnya. Dengan kain yang tebal, maka jersey futsal yang dibuat dengan bahan ini cenderung lebih tahan lama dan awet
  4. Kain paragon cenderung lebih cocok dibordir untuk menghasilkan jersey futsal yang terbaik dan berkualitas

Kekurangan Kain Paragon
Tidak adil rasanya jika membahas kelebihan dari kain paragon untuk membuat jersey futsal tanpa menyertakan kekurangan dari kain ini. Nah, perlu diketahui, untuk bahan jersey futsal, ada beberapa kekurangan dari kain ini yang harus diperhatikan.

Adapun kekurangan dari kain paragon untuk pembuatan jersey futsal adalah sebagai berikut:
  1. Karakter kain paragon cenderung lebih susah menyerap keringat. Hal ini dikarenakan pori kain cenderung lebih rapat dan kain cenderung lebih tebal. Efek dari kain yang tidak menyerap keringat dengan maksimal adalah jersey futsal akan cenderung terasa panas
  2. Harga dari kain paragon cenderung mahal. Jika dibandingkan dengan beberapa bahan jersey futsal yang lain, maka akan ditemukan harga kain ini yang cenderung lebih tinggi. Hanya saja, harga tersebut sesuai dengan mutu dan kualitas yang didapatkan

Nah, demikian beberapa ulasan tentang kain paragon sebagai salah satu bahan bikin jersey futsal terbaik. Jika kamu suka, tentu kamu bisa membuat jersey futsal dengan bahan ini.

Deskripsi: bikin jersey futsal bisa menggunakan bahan kain paragon. Kain ini adalah salah satu opsi terbaik dengan beberapa keunggulan yang ditawarkan.

Kamis, 05 September 2019

Tips Bikin Konten Medsos yang Bisa Dibanjiri Like

Persaingan ketat di dunia media sosial (medsos) dalam berburu like, mendorong setiap user berlomba membuat konten yang disukai banyak orang.


Fotografer Putri Anindya memiliki sejumlah tips untuk dapat menangkap berbagai momen yang bisa berpotensi mendatangkan like di sejumlah medsos. Salah satu yang paling mudah adalah memastikan kebersihan lensa kamera yang akan digunakan untuk mengambil gambar.

"Meski terdengar sepele, lensa memiliki peran penting dalam pengambilan gambar. Lensa yang terdapat noda dapat memengaruhi gambar yang dihasilkan sehingga terlihat buram atau terlihat kabur," ujar perempuan yang lebih senang dipanggil Puan tersebut dalam acara media gathering Samsung Galaxy S9 dan S9+ di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Dia juga mengingatkan untuk memerhatikan kehadiran leading lines dalam pengambilan gambar. Leading lines merupakan garis dalam gambar yang membimbing mata menuju fokus sebuah gambar dan memberikan efek bahwa objek tersebut terkesan jauh.

Puan memberikan sejumlah contoh leading lines yang dapat ditemukan di sejumlah titik pengambilan gambar, seperti bayangan, garis pasir di pantai, jalan lurus yang terbentang, pohon-pohon yang tertanam beriringan, hingga pola teratur di atas gurun.

Selain itu, pencahayaan juga menjadi aspek penting berikutnya yang perlu diperhatikan. Cahaya memiliki peran penting dalam menghasilkan kualitas gambar yang baik. Kondisi pencahayaan yang berlebih maupun redup dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan seperti over exposure, blur, red eye, hingga noise.

Untuk itu, diperlukan bukaan lensa yang sesuai dengan kondisi cahaya. Puan mengatakan, Galaxy S9 dan S9+ dapat menjadi pilihan mengingat dua ponsel tersebut memiliki dual aperture, yaitu f/1.5 dan f/2.4, yang secara berurutan dapat digunakan dalam keadaan pencahayaan redup maupun terang.

Penentuan sudut pandang yang beragam turut menjadi tips dari Puan dalam memaksimalkan pengambilan gambar. Kreativitas menjadi salah satu kunci dalam menentukan perspektif yang unik saat pengambilan gambar dilakukan.

"Memotret itu gak harus selalu dari eye view, tapi harus dicoba juga lebih ke atas, lebih ke bawah dekat dengan tanah, lebih ke kanan, atau lebih ke kiri. Saya malah sering banget sambil squat kalau sedang mengambil gambar," candanya.

Fotografer yang juga cukup aktif di medsos ini juga menyebutkan bahwa pembingkaian turut berpengaruh untuk membimbing mata menuju objek tertentu. Hal ini akan membuat perhatian orang yang melihat akan fokus pada objek paling menonjol.

Menurutnya, 'bingkai' yang digunakan sebagai penempatan objek dapat berupa jendela, cabang pohon, hingga tangan sang fotografer itu sendiri, tergantung kondisi yang paling memungkinkan dalam pengambilan gambar.

"Kita juga harus mau effort untuk eksplor titik-titik yang mau dijadikan tempat pengambilan gambar. Selain memahami kondisi medan, ini juga bisa bikin kita lebih peka sama keunikan yang ada di sekitar kita," ucap Puan.

Terakhir, yang tak kalah pentingnya, adalah penentuan caption dalam unggahan hasil karya di medsos. Caption yang menarik, terlebih mampu memberikan narasi, akan mendukung sebuah gambar maupun video menjadi epik.

"Practice makes perfect. Kita harus sering-sering latihan juga untuk mengasah terus potensi yang kita punya, karena hasil gak akan mengkhianati usaha," pungkasnya.

Deddy Corbuzier Juga Rencana Ganti Nama

Deddy Corbuzier disebut akan segera menjadi mualaf. Besok, mantan mentalis itu akan mengucapkan dua kalimat syahadat di pondok Gus Miftah.

Malam ini, Deddy Corbuzier rencananya akan membicarakan pergantian nama dengan Gus Miftah. Namun, ustaz berambut gondrong itu belum mempunyai bayangan nama Islam apa yang cocok untuk pria berkepala plontos itu.



"Baru mau kita bicarakan sama Deddy, malam ini," kata Gus Miftah.

Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah, menegaskan Deddy Corbuzier masuk Islam bukan karena mencari sensasi, juga bukan karena hendak menikah.

"Yang jelas dia (Deddy Corbuzier mau) masuk Islam bukan karena cari sensasi, bukan karena cari popularitas, bukan karena mau menikah," jelas Gus Miftah.

Gus Miftah menyebut Deddy Corbuzier sudah delapan bulan bertanya-tanya dan belajar tentang Islam kepadanya. Sementara Deddy baru bertunangan dengan pasangannya tiga bulan yang lalu.

"Jadi nggak ada kaitannya dengan, kalau tuduhan netizen hari ini, dia cari sensasi karena (mau) menikah, nggak. Dia mau masuk Islam bukan karena cewek, tapi karena memang benar-benar pengin masuk Islam," tegasnya.

Karena baru sebatas rencana, Gus Miftah mengajak umat muslim mendoakan Deddy Corbuzier agar mensegerakan keinginannya untuk memeluk agama Islam.

"Ya doakan saja, karena dia berproses dengan saya sudah delapan bulan, tanya-tanya soal Islam dan nanti dalam waktu dekat, karena dia juga harus menenangkan keluarganya, dan dia harus benar-benar belajar agama," katanya.

Namun sampai kini, Deddy belum memberikan komentarnya mengenai kabar itu. Selama ini, cuma Gus Miftah yang banyak memberikan informasi mengenai hal tersebut.

Ini Cara Melindungi Privasi saat Sedang Traveling

Pelesiran bukan sebatas berkunjung ke tempat baru. Nyatanya buat generasi milenial, ada faedah lainnya yang penting dari traveling buat kejiwaan mereka.

Pergi traveling, ditambah lagi ke tempat baru, yang tidak biasa kita jumpai memaksakan untuk menyesuaikan dengan lingkungannya. Pasti, ini memunculkan reaksi buat beberapa orang, tetapi nyatanya ada 'silver lining' yang dapat kita petik.



Diantaranya ada toleransi atau mengerti ketidaksamaan. Menurut Pengamat Sosial serta Ketua Program Vokasi Komunikasi Kampus Indonesia, Devie Rahmawati, traveling memaksakan orang untuk akrab dengan ketidaksamaan. Individu itu akan lihat orang dengan beda suku, agama atau ras.

"Saat pergi ke beberapa tempat, harus, akan berjumpa dengan orang dari beberapa suku, agama, serta ras. Mereka akan mengerti contohnya jika mereka harus dapat mempunyai toleransi yang besar pada kebanyakan orang. Mengingat jika dalam tempat aslinya kebanyakan orang sama, tetapi di lain tempat mungkin saja ia ialah minoritas. Hingga sepulang dari liburan ia akan mempunyai modalitas untuk lebih terima ketidaksamaan serta menjauhi diskriminitas.

Devie seseorang traveler yang sudah menelusuri 29 negara serta 35 kota ini menerangkan jika traveling ke tempat baru mengajari individu tidak untuk melakukan perbuatan semaunya. Ini, jadi satu diantara point yang dimasukkan dari toleransi.

"Contohnya, kita di Indonesia, Muslim sebagian besar, ke luar negeri minoritas. Dapat belajar, oh ya ya, kita tidak bisa belagu nih, mentang-mentang sebagian besar. Contohnya bagaimana Inggris memperlakukan minoritas, mereka benar-benar toleransi. Jadi saat balik Indonesia tidak bisa semaunya. Tidak hanya SARA, dan juga materi. Saat Anda kaya, ada orang kaya yang tidak menyepelekan orang miskin sebab mereka punyai potensi kelebihan. Semakin dapat terima ketidaksamaan jadinya," imbuhnya.

Dalam analisa yang dikerjakan oleh Momondo tahun 2016 bertopik 'The Value of Travelling', 7.292 responden dari 18 negara mengutarakan jika 61 % dari mereka yakin, jika sedikit akan masalah intoleransi di dunia bila beberapa orang pergi berekreasi.

Tidak hanya 76 % dari responden mengatakan traveling membuat mereka lebih lihat bagian positif dalam ketidaksamaan budaya. Ditambah, 53 % dari keseluruhan responden menjelaskan kedamaian semakin lebih banyak terbentuk bila beberapa orang seringkali traveling.

Sedang, menurut Psikolog Bona Sardo Hutahaean, M.Psi, traveling, bisa buka cakrawala berpikir yang lebih luas. Menurut dia, ini dapat juga ajak berdamai pada diri kita serta orang yang ada di seputar. Traveling jadi obat kebimbangan golongan milenial

"Untuk Solo (traveling-red) bisa banyak pengalaman baru jadi individu jadi beberapa orang, satu orang yang perlu banyak survive dengan sekitar lingkungan apa itu memang disukai apa bukan, atau mencari situasi yang berlainan, kepribadian ia. Dari sana akan ada gesekan, friksi dalam diri, pada akhirnya semakin kenal , saya apa senang gunung pantai apa perkampungan atau perkotaan dengan individu," tutur Bona.

Bona memberikan tambahan, bila pergi bersama dengan keluarga atau kerabat juga bisa temukan bagian lain yang mungkin belum diketemukan awalnya.

"Grup traveler dengan rekan, mitra, tentu banyak pula beberapa hal yang mungkin dapat baru dapat tidak. Sebab telah kita mengenal, sebab telah mengenal berapakah tahun atau keluarga, dari lahir, tidak ada yang baru. Barunya dengan keluarga mungkin ada beberapa hal yang diakui jika kok komunikasi dengan ayah tidak selamanya agresif, atau komunikasi dengan kakak adik, kok benar-benar dekat enjoy, berlibur, hal baru, dengan rekan 1/2 dekat atau teman dekat tentu banyak yang dapat menolong kenal diri lebih jauh si mitra itu. Jika solo traveler dampak ke diri kita, grup jalinan," lebih Bona.

Kembali pada Devie, ia juga menjelaskan, seseorang traveler semakin lebih gampang untuk hadapi surprise hidup. Hal ini menolong menangani kritis 'berdamai dengan diri sendiri'.

"Saat pelesiran tidak semua gagasan akan berjalan lancar. Hadapi beberapa rintangan seperti penginapan yang tidak wajar, penerbangan yang dipending, rekan perjalanan yang tidak sehat dan lain-lain. Keadaan ini akan menguatkan sekembalinya ke tempat asal," tutur Devie.

Nyatanya, beberapa hal yang dapat dipelajari dari pelesiran. Misalnya ialah tenggang rasa serta berdamai dengan satu hal yang ada di diri kita. Tentu saja, ini kembali pada diri semasing, apa arah kamu menelusuri seluk beluk dunia?

Manfaat Traveling untuk Milenial: Belajar Toleransi dan Obat Kegalauan

Pelesiran bukan sebatas berkunjung ke tempat baru. Nyatanya buat generasi milenial, ada faedah lainnya yang penting dari traveling buat kejiwaan mereka.

Pergi traveling, ditambah lagi ke tempat baru, yang tidak biasa kita jumpai memaksakan untuk menyesuaikan dengan lingkungannya. Pasti, ini memunculkan reaksi buat beberapa orang, tetapi nyatanya ada 'silver lining' yang dapat kita petik.



Diantaranya ada toleransi atau mengerti ketidaksamaan. Menurut Pengamat Sosial serta Ketua Program Vokasi Komunikasi Kampus Indonesia, Devie Rahmawati, traveling memaksakan orang untuk akrab dengan ketidaksamaan. Individu itu akan lihat orang dengan beda suku, agama atau ras.

"Saat pergi ke beberapa tempat, harus, akan berjumpa dengan orang dari beberapa suku, agama, serta ras. Mereka akan mengerti contohnya jika mereka harus dapat mempunyai toleransi yang besar pada kebanyakan orang. Mengingat jika dalam tempat aslinya kebanyakan orang sama, tetapi di lain tempat mungkin saja ia ialah minoritas. Hingga sepulang dari liburan ia akan mempunyai modalitas untuk lebih terima ketidaksamaan serta menjauhi diskriminitas," katanya waktu dihubungi detikTravel Rabu, (30/1/2019).

Devie seseorang traveler yang sudah menelusuri 29 negara serta 35 kota ini menerangkan jika traveling ke tempat baru mengajari individu tidak untuk melakukan perbuatan semaunya. Ini, jadi satu diantara point yang dimasukkan dari toleransi.

"Contohnya, kita di Indonesia, Muslim sebagian besar, ke luar negeri minoritas. Dapat belajar, oh ya ya, kita tidak bisa belagu nih, mentang-mentang sebagian besar. Contohnya bagaimana Inggris memperlakukan minoritas, mereka benar-benar toleransi. Jadi saat balik Indonesia tidak bisa semaunya. Tidak hanya SARA, dan juga materi. Saat Anda kaya, ada orang kaya yang tidak menyepelekan orang miskin sebab mereka punyai potensi kelebihan. Semakin dapat terima ketidaksamaan jadinya," imbuhnya.

Dalam analisa yang dikerjakan oleh Momondo tahun 2016 bertopik 'The Value of Travelling', 7.292 responden dari 18 negara mengutarakan jika 61 % dari mereka yakin, jika sedikit akan masalah intoleransi di dunia bila beberapa orang pergi berekreasi.

Tidak hanya 76 % dari responden mengatakan traveling membuat mereka lebih lihat bagian positif dalam ketidaksamaan budaya. Ditambah, 53 % dari keseluruhan responden menjelaskan kedamaian semakin lebih banyak terbentuk bila beberapa orang seringkali traveling.

Sedang, menurut Psikolog Bona Sardo Hutahaean, M.Psi, traveling, bisa buka cakrawala berpikir yang lebih luas. Menurut dia, ini dapat juga ajak berdamai pada diri kita serta orang yang ada di seputar. Traveling jadi obat kebimbangan golongan milenial

"Untuk Solo (traveling-red) bisa banyak pengalaman baru jadi individu jadi beberapa orang, satu orang yang perlu banyak survive dengan sekitar lingkungan apa itu memang disukai apa bukan, atau mencari situasi yang berlainan, kepribadian ia. Dari sana akan ada gesekan, friksi dalam diri, pada akhirnya semakin kenal , saya apa senang gunung pantai apa perkampungan atau perkotaan dengan individu," tutur Bona.

Bona memberikan tambahan, bila pergi bersama dengan keluarga atau kerabat juga bisa temukan bagian lain yang mungkin belum diketemukan awalnya.

"Grup traveler dengan rekan, mitra, tentu banyak pula beberapa hal yang mungkin dapat baru dapat tidak. Sebab telah kita mengenal, sebab telah mengenal berapakah tahun atau keluarga, dari lahir, tidak ada yang baru. Barunya dengan keluarga mungkin ada beberapa hal yang diakui jika kok komunikasi dengan ayah tidak selamanya agresif, atau komunikasi dengan kakak adik, kok benar-benar dekat enjoy, berlibur, hal baru, dengan rekan 1/2 dekat atau teman dekat tentu banyak yang dapat menolong kenal diri lebih jauh si mitra itu. Jika solo traveler dampak ke diri kita, grup jalinan," lebih Bona.

Kembali pada Devie, ia juga menjelaskan, seseorang traveler semakin lebih gampang untuk hadapi surprise hidup. Hal ini menolong menangani kritis 'berdamai dengan diri sendiri'.

"Saat pelesiran tidak semua gagasan akan berjalan lancar. Hadapi beberapa rintangan seperti penginapan yang tidak wajar, penerbangan yang dipending, rekan perjalanan yang tidak sehat dan lain-lain. Keadaan ini akan menguatkan sekembalinya ke tempat asal," tutur Devie.

Nyatanya, beberapa hal yang dapat dipelajari dari pelesiran. Misalnya ialah tenggang rasa serta berdamai dengan satu hal yang ada di diri kita. Tentu saja, ini kembali pada diri semasing, apa arah kamu menelusuri seluk beluk dunia?