This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 12 Januari 2020

Lakukan pencegahan sejak dini, dengan cara mengetahui gejala penyakit menorrhagia berikut ini

Menorrhagia yang biasa kita kenal sebagai menstruasi berlebihan merupakan suatu kondisi dimana darah haid atau menstruasi keluar secara berlebihan atau tidak seperti biasanya yang terjadi. Pada umumnya, untuk masa menstruasi tersebut, rata-rata dari jumlah darah yang keluar hanya 30-40 ml saja. Namun, pada kondisi haid berlebihan, darah yang keluar bisa lebih dari itu. Yaitu pada kisaran 60-80 ml ditandai dengan rasa nyeri yang begitu parah dan tanda lainnya. menstruasi yang berlebihan bukan sebuah kondisi yang dapat dianggap remeh. Keluar jalur norml menstruasi pada umumnya bisa jadi salah satu pertanda buruk sebuah kondisi kronis yang terjadi pada tubuh kita. Apalagi jika mengingat berbagai penyebabnya yang bukan lah masalah biasa. Selain keluarnya darah yang terlampau banyak saat haid dan masa perdarahan yang tidak sebentar, berikut beberapa gejala menorrhagia yang dapat kita ketahui, diantaranya:


  • Anemia dan lemas
  • Selain dismenore, seseorang yang mengalami menorrhagia juga bisa mengalami tanda-tanda seperti rasa lemas yang berlebihanemia dan jugagt;napas yang pendek
  • Gangguan emosi dan psikis
  • Sementara, adanya gangguan psikis dan emosi juga bisa terjadi saat seseorang mengalami masalah haid berlebihan ini. Meskipun biasanya tidak menjadi suatu kondisi yang serius, hal ini tetap menjadi suatu hal yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Dismenore
  • Dismenore atau dikenal sebagai nyeri haid merupakan suatu kondisi yang terjadi karena dinding rahim mengalami kontraksi yang menyebabkan pembuluh darah disekitarnya tertekan. Akibatnya, rasa nyeri muncul karena pasokan oksigen terhenti.[1]
Penyakit menorrhagia selain menurunkan atau menghentikan volume perdarahan yang cukup banyak ternyata dapat mencegah terjadinya anemia defisiensi besi, pengobatan tersebut pada penyakit menorrhagia juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penderitanya. Namun, apabila tidak ada kecurigaan dari sebuah kasus yang serius sehingga tidak mengganggu aktifitas sehari-hari, pengobatan tidak diperlukan.

Ada dua jenis cara untuk mengobati gejala menorrhagia agar tidak semakin memburuk, yaitu melalui obat-obatan dan operasi. Sebagian dari mereka yang mengalami penyakit tersebut tentunya lebih memilih obat-obatan ketimbang operasi. Dokterpun sama, ketika tidak ada kondisi yang dapat dikatakan serius, maka saran terbaik lakukan beberapa pengobatan terlebih dahulu sebelum dilakukannya operasi.. berikut jenis-jenis obat-obatan yang dapat mengobati gejala menorrhagia tersebut: 
  • Pil kontrasepsi kombinasi. Pil yang mengandung hormon progestogen dan estrogen ini dapat mencegah pelepasan sel telur di dalam rahim setiap bulannya. Selain mengobati menorrhagia, obat ini juga dapat mengurangi nyeri haid dan mengatasi siklus menstruasi yang tidak teratur sekitar 40%.
  • Analog GnRH-a (gonadotropin releasing hormone analogue). Ini merupakan salah satu obat yang efektif dalam mengurangi perdarahan saat menstruasi. Terapi agonis GnRH-a biasanya tidak dilakukan secara rutin, namun lebih sekadar pengobatan sementara bagi pasien yang akan menempuh jalan operasi untuk mengobati menorrhagia. Kadang-kadang, dalam kasus tumor jinak di dalam rahim atau fibroid, hormon agonis GnRH-a dapat diberikan dalam bentuk suntik.
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDs). Selain dapat meredakan gejala nyeri, obat ini juga dapat menurunkan produksi salah satu hormon yang berperan dalam terjadinya menorrhagia, yaitu hormon prostaglandin. Contoh obat OAINS yang bisa digunakan adalah ibuprofen, naproxen, dan asam mefenamat. Obat ini bisa menurunkan perdarahan hingga 20-50%.
  • Progestogen suntik dan norethisterone Kinerja keduanya dalam mengobati menorrhagia sama seperti LNG-IUS, yaitu memperlambat pertumbuhan dinding sel rahim. Efek samping yang biasa muncul dari penggunaan progestogen suntik adalah kenaikan berat badan, tertundanya kehamilan (biasanya hingga enam bulan sampai setahun setelah pengobatan dihentikan), sindrom prahaid (nyeri payudara, retensi cairan, dan perut kembung). Sedangkan efek samping norethisterone oral adalah nyeri payudara dan tumbuhnya jerawat. LNG-IUS (levonorgestrel-releasing intrauterine system). Ini merupakan sejenis alat kontrasepsi yang mampu menurunkan perdarahan hingga 90%. LNG-IUS bekerja dengan cara memperlambat pertumbuhan lapisan rahim. Alat plastik berukuran kecil ini digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam rahim. Di dalam rahim LNG-IUS kemudian akan melepaskan hormon progestogen secara perlahan-lahan.
  • Tablet asam traneksamat. Obat ini terbukti mampu menurunkan perdarahan hingga hampir 50%. Asam traneksamat bekerja dengan cara membantu proses penggumpalan darah di dalam rahim.[1]



[1] Sumber referensi Alodokter.com