Sabtu, 15 Februari 2020

Apa Benar Insan Selalu Diikuti Jin Qorin? Inilah Fakta & Dalilnya

Apa Benar Manusia Selalu Diikuti Jin Qorin Apa Benar Manusia Selalu Diikuti Jin Qorin? Inilah Fakta & Dalilnya

Rahasia Terpendam dari Jin Qorin Mengikuti Manusia - Mungkin ada sebagian yang masih awam mengengenai Jin Qorin . Lalu Siapa itu Qorin? apa hubungannya dengan manusia? Apa benar Qorin yaitu jin pendamping manusia? Qorin yaitu jin yang ditugasi untuk mendampingi setiap insan dengan kiprah menarik hati dan menyesatkannya. Karena itu, qorin termasuk setan dari kalangan jin.

Syaikh Ibnu Utsaimin ditanya, “Apa itu qorin?” Beliau menjawab, “Qorin yaitu setan yang ditugasi untuk menyesatkan insan dengan izin Allah. Dia bertugas memerintahkan kemungkaran dan mencegah yang ma’ruf. Sebagaimana yang Allah SWT berfirman, “Setan menjanjikan kefakiran untuk kalian dan memerintahkan kemungkaran. Sementara Allah menjanjikan ampunan dan karunia dari-Nya. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 268)

Jika Allah SWT  menawarkan karunia kepada hamba-Nya berupa hati yang baik, jujur, selalu tunduk kepada Allah, lebih menginginkan alam abadi dan tidak mementingkan dunia maka Allah akan menolongnya semoga tidak terpengaruh gangguan jin ini, sehingga ia tidak bisa menyesatkannya. (Majmu’ Fatawa, 17:427).

“Yang menyertai insan berkata : “Ya Tuhan kami, saya tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh.” (QS. Qaf: 27).

Dalam tafsir Ibn Katsir dinyatakan bekerjsama Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu, Mujahid, Qatadah dan beberapa ulama lainnya mengatakan,

“Yang menyertai insan yaitu setan yang ditugasi untuk menyertai manusia.” (Tafsir Ibnu Katsir, 7:403)

Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu’anhu, Rasulullah SAW bersabda, “Setiap orang di antara kalian telah diutus untuknya seorang qorin (pendamping) dari golongan jin.” Para teman bertanya, “Termasuk Anda, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Termasuk saya, hanya saja Allah membantuku untuk menundukkannya, sehingga ia masuk Islam. Karen itu, ia tidak memerintahkan kepadaku kecuali yang baik.” (HR. Muslim).

Imam An-Nawawi mengatakan, “Dalam hadis ini terdapat peringatan keras terhadap godaan jin qorin dan bisikannya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi tahu bahwa ia bersama kita, semoga kita selalu waspada sebisa mungkin. (Syarh Shahih Muslim, 17:158).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Munajid menjelaskan, “Berdasarkan perenungan terhadap banyak sekali dalil dari Alquran dan sunah sanggup disimpulkan bahwa tidak ada kiprah bagi jin qorin selain menyesatkan, mengganggu, dan membisikkan was-was. Godaan jin qorin ini akan semakin melemah, sebanding dengan kekuatan kepercayaan pada disi seseorang,” (Fatawa Islam, tanya jawab, no. 149459).

Banyaklah berdzikir dan memohon dukungan kepada Allah. Jika kita sungguh-sungguh melaksanakan hal ini, insyaaAllah, akan tiba dukungan dari Sang Kuasa. Allah berfirman,

“Apabila setan menggodamu maka mintalah dukungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” (QS. Al-A’raf: 200).

Dalam Tafsir As-Sa’di dinyatakan, “Kapanpun, dan dalam keadaan apapun, ketika setan menarik hati Anda, dimana Anda mencicipi adanya bisikan, menghalangi Anda untuk melaksanakan kebaikan, mendorong Anda untuk berdosa, atau membangkitkan semangat Anda untuk maksiat maka berlindunglah kepada Allah, sandarkan diri Anda kepada Allah, mintalah dukungan kepada-Nya.

Sesungguhnya Dia Maha Mendengar terhadap apa yang anda ucapkan dan Maha Mengetahui niat Anda, kekuatan dan kelemahan Anda. Dia mengetahui kesungguhan Anda dalam bersandar kepada-Nya, sehingga Dia akan melindungi Anda dari godaan dan was-was setan,” (Taisir Karimir Rahman, Hal.313). [KonsultasiSyariah.Com]

Kemana Jin Qarin Setelah Manusia yang Diikutinya Meninggal Dunia?

Kata Qorin secara bahasa berarti teman atau orang yang menyertai. Qorin -sebagaimana keterangan dari Ibnu Abbas, Mujahid dan Qotadah dalam Tafsir Ibnu Katsir mengatakan,  Qorin yaitu syetan dari bangsa jin kafir yang dengan izin Allah menyertai insan sepanjang hidupnya, semenjak insan itu lahir sampai matinya. Dan ketika insan yang disertainya telah meninggal maka jin tersebut pun meninggalkannya dan tidak diketahui kemana perginya.

Keberadaan Qorin menyertai insan yaitu untuk memperdayainya dan berusaha menyesatkannya sepanjang hidup insan semoga menjauhkannya dari kebaikan dan menjerumuskannya ke dalam dosa dan kemaksiatan. Qorin selalu membujuk insan melaksanakan perbuatan munkar, meninggalkan yang ma’ruf  dan amal shaleh. Bila seseorang mempunyai agama yang berpengaruh dan keimanan yang mendalam, maka penguasaan Qorin pada dirinya menjadi lemah dan tidak berdaya. Karena syetan jin hanya bisa menarik hati insan disaat ia dalam keadaan selemah-lemahnya iman. Allah berfirman;

وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ الرَّحْمَـٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ

“Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.” (QS. Az-Zuhruf : 36)

Qorin syetan mempunyai kemampuan dan ciri-ciri diberikan Allah kepadanya. Ia mempunyai kemampuan bergerak dengan cepat tanpa diketahui oleh manusia. Dan insan tidak bisa melihat wujud jin Qorin yang menyertainya kecuali sekedar penampakan yang tentu bukan wujud orisinil jin Qorin tersebut. Namun kemampuan jin Qorin mempunyai batasan-batasan, artinya ia tidak bisa menimpakan mudhorot secara fisik kepada insan yang disertainya kecuali atas kehendak Allah Azza wa Jalla. Mereka diciptakan oleh Allah dari api dan kita diciptakan dari tanah. Dan Allah lah yang mempunyai kekuasaan penuh untuk mengendalikan mereka termasuk mengendalikan kita.

Bila insan telah meninggal, jin Qorin yang menyertainya tidak  ikut berpindah ke kuburan sebab kepentingannya bersama insan yang ia sertai telah berhenti dengan maut insan itu sendiri. Hikmah dibalik dikuasakannya jin Qorin oleh Allah kepada insan yaitu untuk menguji insan sejauh mana upaya insan memohon dukungan kepada Allah dari godaan syetan dan untuk menguji kadar keimanan dan ketakwaannya kepada Allah Azza wa Jalla.

0 komentar:

Posting Komentar