Kamis, 13 Februari 2020

Fakta Mengejutkan, Inilah 2 Makanan Utama Jin

Layaknya insan dan makhluk ciptaan Allah lainnya Fakta Mengejutkan, Inilah 2 Makanan Utama Jin

Layaknya insan dan makhluk ciptaan Allah lainnya, jin yang tak kasat mata juga membutuhkan makanan. Tentunya masakan jin tidak sama dengan masakan manusia. Hal ini menandakan bahwa jin bersifat lemah alasannya ialah masih membutuhkan sesuatu untuk bertahan hidup.

Terdapat banyak riwayat yang membenarkan bahwa jin juga makan dan minum sebagaimana insan dan di antara masakan jin ialah tulang dan kotoran. Dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Abdullah bin Mas’ud disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Janganlah kalian beristinja’ (membersihkan kotoran pada dubur) dengan kotoran dan jangan pula dengan tulang alasannya ialah keduanya merupakan bekal bagi saudara kalian dari kalangan jin.”

Hadits ini berisi perintah supaya kita tidak memakai kotoran dan tulang sebagai alat istinja’ atau bersuci alasannya ialah keduanya merupakan masakan jin. Hadits ini senada dengan kandungan hadis riwayat Imam Bukhari dari Abu Hurairah, dia berkisah sebagai berikut;

"Suatu ketika dia (Abu Hurairah) membawakan pada Nabi SAW wadah berisi air wudu dan hajat beliau. Ketika dia membawanya, Nabi SAW bertanya, ‘Siapa ini?.’ Dia menjawab, ‘Saya, Abu Hurairah.’ Beliau pun berkata, ‘Carilah beberapa buah kerikil untuk kugunakan bersuci. Dan jangan bawakan padaku tulang dan kotoran (telek). Kemudian saya mendatangi ia dengan membawa beberapa buah kerikil dengan ujung bajuku. Hingga saya meletakkannya di samping ia dan saya berlalu pergi. Ketika ia final buang hajat, saya pun berjalan menghampiri ia dan bertanya, ‘Ada apa dengan tulang dan kotoran?.’ Beliau bersabda, ‘Tulang dan kotoran merupakan masakan jin. Keduanya termasuk masakan jin. Aku pernah didatangi rombongan utusan jin dari Nashibin dan mereka ialah sebaik-baik jin. Mereka meminta bekal kepadaku. Lalu saya berdoa kepada Allah untuk mereka supaya tidaklah mereka melewati tulang dan kotoran melainkan mereka mendapatkannya sebagai makanan." Wallahu A’lam. 

0 komentar:

Posting Komentar