Rabu, 12 Februari 2020

Hal Utama Yang Harus Anda Tahu Wacana Jin, Setan & Iblis. Inilah Faktanya

Hal Utama yang Harus Anda Tahu Tentang Jin Hal Utama yang Harus Anda Tahu Tentang Jin, Setan & Iblis. Inilah Faktanya

Apa perbedaan antara jin, setan & iblis?  Jawaban selengkapnya sanggup Anda simak dari klarifikasi Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA di bawah ini!

Nama-nama itu sangat berdekatan. Bahkan seringkali bertumpang tindih, namun tetap ada pengertian yang berbeda-beda.

Jin

Di dalam Al-Quran Al-Kariem, Allah SWT menyebut beberapa kali kata jin. Bahkan ada satu surat yang secara khusus membahas perihal jin dan dinamakan dengan surat Al-Jin. Bila disimpulkan secara sekilas, maka ada hal-hal yang sanggup ketahui dari Al-Quran Al-Kariem perihal siapakah sosok jin itu.

a. Jin diciptakan oleh Allah SWT dari api.
Allah SWT menyebutkan bahwa jin itu diciptakan dari api yang sangat panas, juga disebutkan terbuat dari nyala api.

Dan Kami telah membuat jin sebelum dari api yang sangat panas.(QS.Al-Hijr: 27)

Dan Dia membuat jin dari nyala api.(QS.Ar-Rahman: 15 )

b. Jin ada yang muslim dan ada yang tidak
Sebagaimana firman Allah SWT berikut ini

Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda. (QS Al-Jin:11 )

Contoh jin muslim yaitu jin yang menjadi tentara nabi Sulaiman as. Sebagaimana diterangkan di dalam Al-Quran:

Dan Kami telah membuat jin sebelum dari api yang sangat panas. (QS An-Naml: 17 )

Dan Kami angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala. (QS Saba': 12 )

Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang menyerupai bak dan periuk yang tetap. Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur. Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih. (QS Saba': 13)

Setan

Sedangkan Syaitan itu berdasarkan Al-Quran Al-Kariem yaitu makhluq yang kerjanya mengajak kepada perbuatan jahat dan keji serta berbohong.

a. Mengajak kepada Perbuatan Keji
Perhatikan firman Allah SWT berikut ini:

Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kau berbuat jahat dan keji, dan menyampaikan terhadap Allah apa yang tidak kau ketahui. (QS. Al-Baqarah: 169)

b. Syetan yaitu Musuh Manusia Allah SWT telah menegaskan bahwa syaitan itu yaitu musuh yang faktual bagi manusia.

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kau ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kau turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang faktual bagimu. (QS Al-Baqarah: 208)

c. Memberi Janji dan Angan-angan Kosong
Syaitan itu kerjanya memberi kesepakatan dan angan-angan kosong kepada manusia

Syaitan itu menawarkan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka. (QS An-Nisa: 120 )

d. Manusia pun ada yang Syaitan Juga
Namun Syaitan itu tidak terbatas pada jenis makhluk halus/jin saja, melainkan insan pun sanggup dikategorikan sebagai syaitan. Dan Al-Quran Al-Kariem pun juga menyebut-nyebut perihal insan yang menjadi syaitan itu.

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan insan dan jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu. Jikalau Tuhanmu menghendaki, pasti mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (QS Al-Anam: 112)

Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia. (QS An-Naas: 1-6 )

Iblis

Sedangkan Iblis yaitu makhluq durhaka yang jeisnya yaitu jin, bukan jenis manusia. Al-Quran Al-Kariem secara tegas menyebutkan bahwa Iblis itu yaitu dari jenis jin.

Dan ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kau kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia yaitu dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kau mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka yaitu musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti bagi orang-orang yang zalim. (QS Al-Kahfi: 50)

Kaprikornus sanggup disebutkan bahwa Iblis itu yaitu seorang oknum yang berjenis jin. Dialah dahulu jin yang paling bersahabat dengan Allah SWT, kemudian menjelma ingkar karena tidak mau diperintahkan untuk bersujud kepada Adam, insan pertama.

Dan ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kau kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan yaitu ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (QS Al-Baqarah: 34)

Motivasi yang menghalangi si Iblis itu untuk sujud kepada Adam tidak lain yaitu rasa kesombongan dan tinggi hati. Dia merasa dirinya jauh lebih baik dari Adam. Allah berfirman:

"Apakah yang menghalangimu untuk bersujud di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis, "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah." (QS Al-Araf: 12 )

Ciri yang paling utama dari Iblis yaitu dia tidak mati-mati hingga hari kiamat. Dan penangguhan usianya itu memang telah diberikan oleh Allah SWT

Iblis menjawab, "Beri tangguhlah saya hingga waktu mereka dibangkitkan." Allah berfirman, "Sesungguhnya kau termasuk mereka yang diberi tangguh." (QS Al-Araf: 14-15 )

Iblis berkata, "Ya Tuhanku, beri tangguhlah saya hingga hari mereka dibangkitkan." Allah berfirman, "Sesungguhnya kau termasuk orang-orang yang diberi tangguh, hingga kepada hari yang telah ditentukan waktunya." (QS Shaad: 79-81 )

Kaprikornus iblis yaitu nama seorang jin yang hidup di masa penciptaan Adam as. dan tidak mati-mati hingga hari ini. Iblis yaitu kakek moyang syetan yang juga punya keturunan, namun keturunannya itu tidak mendapat jaminan untuk hidup hingga kiamat. Dan sebagai bangsa jin, ada di antara keturunannya itu yang mati. Meski barangkali usianya berbeda dengan rata-rata manusia. Tetapi tetap akan mati juga. Kecuali kakek moyang mereka yaitu Iblis.

Apakah Jin Bisa Mati?
Hal Utama yang Harus Anda Tahu Tentang Jin Hal Utama yang Harus Anda Tahu Tentang Jin, Setan & Iblis. Inilah Faktanya
Gambar by shutterstock.com
Keterangan yang kita dapati dari beberapa riwayat memperlihatkan bahwa jin itu menyerupai manusia, yaitu sanggup meniggal juga. Untuk diketahui bahwa jin itu berbeda dengan iblis yang secara khusus telah diberikan ajal hingga kiamat kubra tiba.

Ketika Allah SWT mengutuk iblis karena tidak taat kepada-Nya untuk bersujud kepada Nabi Adam as, iblis pun masih bermohon untuk ditangguhkan masa hidupnya hingga simpulan zaman. Permintaan terakhir itu pun dikabulkan Allah SWT.

Iblis menjawab, "Beri tangguhlah saya hingga waktu mereka dibangkitkan." Allah berfirman, "Sesungguhnya kau termasuk mereka yang diberi tangguh." (QS Al-A'raf: 14-15)

Sedangkan jin itu yaitu jenis makhluk halus. Seperti insan juga, mereka hidup berkelompok-kelompok, bersuku-sku dan berbangsa-bangsa. Mereka terdiri dari pria dan perempuan. Mereka saling menikah, beranak, tumbuh sampaumur hingga besar dan mereka pun masing-masing akan mengalami kematian. Meski ukuran usianya sedikit berbeda dengan ukuran usia umumnya insan biasa.

Dikeluarkan oleh Ibnu Jarir dari Wahb bin Munabbih bahwa ia ditanya perihal jin, "Apakah jin itu makan, minum, mati dan menikah?" Dijawab, "Mereka bermacam-macam. ada yang tidak makan, minum, mati dan beranak, mereka yaitu jin orisinil (kholisul jin). Ada lagi jenis yang sanggup makan, minum, mati dan menikah."

Keterangan menyerupai ini sanggup kita dalam dari apa yang ditulis oleh Syeikh Abds Salam Bali, dalam kitabnya yang fenomenal: Wiqoyatul Insan minal Jinni wasy-syaithan halaman 31.

Dan sebagaimana umat manusia, sebagian dari jin itu ada yang muslim dan sebagian lainnya ada yang kafir. Yang muslim pun belum tentu selalu muslim yang baik. Persis sebagaimana manusia, banyak yang muslim tapi bandel, tukang tipu, merampas harta orang lain, main hakim sendiri atau menindas rakyat.

Al-Quran Al-Kariem menyebutkan bahwa sebagian mereka termasuk jin baik dan sebagian lainnya termasuk jin jahat.

Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda. (QS. Al-Jin: 11)

Hukum Syariah untuk Jin

Sebagian dari apa yang berlaku buat kita, juga berlaku buat para jin. Meski tentu saja tidak terlalu sama persis. Namun yang pasti, mereka pun muslim dan perlu mendapat pelajaran agama dari Rasulullah SAW. Mereka pun mendengarkan bacaan Al-Quran, yaitu jin yang muslim. Sedangkan jin kafir akan mencicipi siksa bila mendengar bacaan Al-Quran.

Katakanlah: "Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin, kemudian mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Qur'an yang mena'jubkan." (QS. Al-Jin: 1)

Karena itulah suatu dikala mereka mengundang secara khusus semoga Rasulllah SAW mengajarkan ilmu-ilmu agama. Bahkan dikala itu diriwayatkan para shahabat merasa sangat kehilangan, karena ia SAW tiba-tiba saja lenyap masuk ke alam jin. Hingga malam itu mereka tidur dengan sangat ketakutan.

Dari 'Alqamah berkata, "Aku bertanya kepada Ibnu Mas'ud ra, "Apakah ada seorang dari kalian yang menemani Rasulullah SAW pada malam pada malam jin?" Beliau menjawab, "Tidak seorang pun dari kami yang menemani beliau. Namun kami pernah kehilangan ia pada malam itu, hingga kami melewait malam itu sebagai malam yang paling angker yang dilalui oleh suatu kaum..." (HR Ahmad)

0 komentar:

Posting Komentar